Eventbogor.com – Hujan deras yang melanda Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Senin (20/4/2026), memicu terjadinya tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB.

Bencana tanah longsor di Leuwiliang menyebabkan material tanah menimpa beberapa rumah warga, mengakibatkan kerusakan pada dinding dan struktur bangunan lainnya.

Kepala Desa Purasari, Agus Soleh Lukman, mengonfirmasi bahwa hujan lebat terjadi dalam durasi yang cukup panjang dan baru mereda menjelang waktu magrib.

Ia menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem menjadi faktor utama munculnya bencana alam di wilayahnya.

Wilayah yang terdampak paling parah meliputi kawasan Cianten, khususnya RW 08, RW 10, dan RW 11, serta permukiman di Kampung Cikaret dan Ciaul.

Pemerintah desa saat ini masih melakukan pendataan bersama aparat RT, RW, dan petugas dusun untuk mengidentifikasi jumlah rumah dan warga yang terdampak.

“Kami masih berkoordinasi untuk mendata warga yang terdampak. Rencananya besok akan dilakukan asesmen bersama BPBD,” ujar Agus Soleh Lukman.

Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk menindaklanjuti penanganan darurat.

Upaya asesmen bersama diharapkan dapat memberikan gambaran akurat mengenai kerusakan dan kebutuhan bantuan logistik maupun evakuasi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat tebing, lereng, atau bantaran sungai.

BACA JUGA :  Harapan Tak Padam! Keluarga Korban Pesawat ATR Belum Kibarkan Bendera Kuning

Agus menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi akhir-akhir ini.

“Kami minta warga tetap waspada dan siaga. Bagi yang tinggal di dekat tebing atau aliran sungai, segera evakuasi jika kondisi sudah tidak aman,” tegasnya.

Hingga kini, belum ditemukan laporan korban jiwa akibat kejadian ini.

Kondisi di lokasi terus dipantau oleh petugas gabungan dari desa dan instansi terkait.

Pemerintah setempat juga membuka posko darurat untuk menampung informasi dan laporan dari warga.

Kejadian di Leuwiliang menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor dan banjir.

Selain itu, perlu adanya edukasi rutin kepada masyarakat terkait respons cepat saat terjadi bencana alam.

Kejadian ini juga menunjukkan urgensi pemantauan cuaca secara intensif selama musim hujan yang masih berlangsung hingga 2026.

Pihak BMKG terus mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Bogor terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang.

Masyarakat diharapkan memantau informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Upaya pencegahan dini menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Koordinasi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana.

Eventbogor.com akan terus memantau perkembangan situasi di Leuwiliang untuk memberikan informasi terkini kepada pembaca.