Eventbogor.com –
Sensus Ekonomi 2026 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor saat ini sedang berlangsung secara intensif di seluruh wilayah kota.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akurasi data ekonomi nasional, BPS Kota Bogor menekankan pentingnya verifikasi identitas petugas sensus yang resmi.
Untuk mencegah penipuan dan memastikan keamanan masyarakat, setiap petugas sensus ekonomi telah dilengkapi dengan tanda pengenal resmi, surat tugas, serta kode QR yang dapat dipindai oleh masyarakat.
Kode QR tersebut terhubung langsung dengan database BPS pusat, sehingga warga bisa memverifikasi keabsahan petugas hanya dengan memindai melalui ponsel pintar.
Plt. Kepala BPS Kota Bogor, Rudi Hartono, mengatakan bahwa kehadiran QR Code merupakan inovasi terbaru dalam pelaksanaan sensus tahun ini.
“Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir terhadap kedatangan petugas yang mengaku dari BPS,” ujar Rudi Hartono.
“Cukup scan QR Code-nya, maka informasi petugas seperti nama, wilayah tugas, dan masa penugasan akan langsung muncul,” tambahnya.
Pihak BPS juga mengimbau agar masyarakat tidak memberikan data kepada pihak yang tidak bisa menunjukkan dokumen resmi tersebut.
Petugas sensus tidak diperkenankan meminta uang, barang, atau imbalan lain dalam proses pengumpulan data.
Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh pelaku usaha, dari sektor formal hingga informal, termasuk UMKM, pedagang kaki lima, hingga usaha rumahan.
Data yang dikumpulkan meliputi jenis usaha, omzet tahunan, jumlah tenaga kerja, serta pola produksi yang diterapkan.
Informasi ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah dan nasional hingga lima tahun ke depan.
BPS menjamin kerahasiaan data yang diberikan oleh responden sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Statistik.
Setiap petugas juga telah mengikuti pelatihan dan menyatakan sumpah kerahasiaan sebelum bertugas di lapangan.
Masyarakat yang ragu terhadap keabsahan petugas dapat menghubungi kantor BPS Kota Bogor melalui layanan call center 113 atau situs resmi bps.go.id/bogor.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor direncanakan berlangsung hingga akhir Juli 2026, dengan target lebih dari 80 ribu unit usaha terdata.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Eka Chandra, menyambut baik inisiatif BPS ini.
“Data akurat dari sensus akan membantu kami dalam merancang program pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan yang lebih tepat sasaran,” katanya.
Kolaborasi antarinstansi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal dan mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
BPS Kota Bogor juga membuka posko pengaduan di setiap kecamatan untuk menampung laporan masyarakat terkait pelaksanaan sensus.
Masyarakat diminta proaktif dalam membantu kelancaran sensus sekaligus menjaga integritas proses pengumpulan data.
Dengan partisipasi aktif warga, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi tonggak pembaruan data ekonomi yang akurat, valid, dan terpercaya.
