Eventbogor.com – Banjir bandang yang melanda Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor pada Sabtu malam (18/4/2026) menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur dan permukiman warga.

Kerusakan akibat banjir bandang di Jasinga Bogor terus menjadi perhatian publik, terutama terkait kondisi rumah warga yang rusak dan akses jembatan yang terputus.

Pemantauan lapangan pada Minggu (20/4/2026) mencatat setidaknya lima rumah di Kampung Pangaur RT 01 dan RT 02 mengalami kerusakan.

Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak berat hingga tidak layak huni.

Dua rumah yang paling parah rusak milik Satiri dan seorang lansia bernama Suhe.

Keduanya kini mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.

Tiga rumah lainnya juga mengalami kerusakan signifikan.

Meski kondisinya memprihatinkan, penghuni masih bertahan di lokasi karena belum memiliki tempat alternatif untuk tinggal.

Sekretaris Desa Pangaur, Agus Hapipuddin, menyatakan pemerintah desa terus memberikan pendampingan dan dukungan moral kepada warga terdampak.

Kami berusaha terus mendampingi dan menyemangati warga agar tetap tabah dalam kondisi ini, ujarnya.

Warga bersama aparat desa secara gotong royong membangun jalur darurat untuk menggantikan jembatan yang terputus akibat banjir.

Jalur sementara dibangun melintasi area persawahan guna memulihkan akses mobilitas warga.

Pembangunan jalur darurat ini masih dalam proses pengerjaan, namun sudah dapat digunakan secara terbatas.

Material untuk pembangunan jalur tersebut diperoleh dari bantuan sejumlah pihak, termasuk donatur lokal dan lembaga swadaya.

BACA JUGA :  ANTAM Pongkor Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Cigudeg Bogor

Agus Hapipuddin menekankan bahwa bantuan untuk rehabilitasi rumah warga hingga kini belum jelas.

Pemerintah desa berharap instansi terkait segera memberikan perhatian dan bantuan konkret.

Kami berharap ada solusi konkret ke depan, terutama untuk perbaikan rumah warga yang terdampak cukup parah, tutupnya.

Situasi di Desa Pangaur menggambarkan urgensi respons cepat dan rehabilitasi pasca-bencana yang terkoordinasi.

Masyarakat setempat membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan hanya untuk pemulihan infrastruktur, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar dan hunian sementara.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan banjir bandang seperti Jasinga.

Pemantauan cuaca ekstrem dan penguatan sistem peringatan dini perlu ditingkatkan menjelang musim hujan berikutnya.

Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.