Hallobogor.com, JASINGA – Suasana di sekitar aliran sungai yang membelah Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, hingga Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, terasa berbeda dari biasanya.
Warga setempat, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perusahaan tampak berkumpul di aula kantor desa, menyatukan langkah untuk satu tujuan besar: menghidupkan kembali ekosistem sungai yang sempat rusak akibat pencemaran.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN Nusantara IV Distrik Jawa Barat-Banten menginisiasi aksi penebaran benih ikan di Sungai Cikalong, yang merupakan bagian dari sistem aliran Sungai Cidurian.
Aksi ini bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari upaya nyata untuk memperbaiki kerusakan lingkungan pasca-insiden pencemaran limbah yang terjadi pada 16 April 2026 lalu.
Manager PKS Cikasungka, Alfi Andrianto, hadir langsung dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat sekitar.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya menyesali kejadian tersebut, tetapi juga bertekad memperbaiki dampaknya dengan tindakan konkret.
Di hadapan peserta yang hadir, Alfi menekankan bahwa penebaran benih ikan adalah bentuk pertanggungjawaban langsung terhadap lingkungan dan komunitas yang terdampak.
“Hari ini kami berupaya menebus kesalahan itu dengan menebar 5.000 ekor benih ikan nila dan 5.000 ekor benih ikan tawes,” ujarnya pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Sebanyak 10.000 benih ikan yang dilepas ke aliran sungai diharapkan mampu membantu pemulihan keseimbangan ekosistem perairan yang sempat terganggu oleh limbah.
Langkah ini juga dimaknai sebagai pesan kuat bahwa pemulihan lingkungan tidak cukup hanya dengan janji, tapi butuh aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh alam dan masyarakat.