Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Koramil, Polsek, Satgas Lingkungan, Karang Taruna, KNI Jasinga, tokoh adat, serta pemerintah desa setempat.
Keterlibatan lintas elemen ini mencerminkan bahwa pelestarian sungai bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan urusan bersama yang membutuhkan sinergi.
Dalam kesempatan yang sama, pesan dari Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi NasDem, Asep Wahyu Wijaya, disampaikan oleh staf ahlinya, Iksan.
Ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas insiden pencemaran yang terjadi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Selain itu, Asep melalui Iksan mendorong agar dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) permanen sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah pencemaran di wilayah hulu sungai.
Langkah ini dinilai krusial, terutama mengingat peran sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat di sepanjang alirannya.
Aksi penebaran benih ikan menjadi awal dari proses panjang pemulihan lingkungan, sekaligus pengingat bahwa alam bisa pulih, asalkan manusia mau bertindak dengan tanggung jawab.