EventBogor.com – Selasa, 17 Februari 2026, di tengah gegap gempita perayaan Imlek 2577, pemandangan yang memilukan sekaligus memprihatinkan tampak di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat. Ratusan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) memadati area vihara, berharap mendapatkan angpao. Sebuah ironi di tengah sukacita, di mana harapan dan keputusasaan berbaur menjadi satu.
Menanti di Pintu Harapan: Angpao sebagai Sumber Penghidupan
Bayangkan Anda berdiri di depan pintu masuk vihara, bukan untuk beribadah, melainkan untuk mengais rezeki. Itulah gambaran yang terjadi di Vihara Dharma Bhakti. PMKS, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, berdesakan, duduk di pinggir jalan, bahkan tak jarang terlibat cekcok karena berebut antrean. Angpao, amplop merah berisi uang, menjadi harapan utama mereka di hari yang seharusnya penuh keberuntungan.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Peristiwa ini bukan sekadar berita musiman. Ini adalah cermin dari realitas sosial yang kompleks. Di tengah kemeriahan perayaan, ada mereka yang berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan berbagai faktor lainnya membuat banyak orang terjerumus dalam kesulitan. Imlek, yang seharusnya menjadi momen berbagi kebahagiaan, justru menjadi ajang bagi mereka untuk mencari uluran tangan.
Skenario Relatable: Antara Harapan dan Kenyataan
Coba kita bayangkan Atta, salah satu PMKS yang datang dari Tanah Abang. Ia rela menempuh perjalanan dengan angkutan umum, tiba di lokasi sejak pukul 08.00 WIB, hanya untuk mendapatkan angpao. Bagi Atta, selembar angpao bisa berarti makanan untuk hari itu, atau bahkan biaya transportasi untuk pulang. Sebuah perjuangan yang mungkin tak pernah kita bayangkan dalam rutinitas sehari-hari.
Dampak Praktis Bagi Kita
Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan, atau bahkan sekadar menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu komunitas sekitar. Lebih dari itu, kejadian ini mendorong kita untuk lebih peka terhadap lingkungan sosial, serta ikut berpartisipasi dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan.
Konteks dan Latar Belakang: Lebih dari Sekadar Angpao
Tradisi memberikan angpao saat Imlek memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Namun, di balik itu, tersimpan pula kompleksitas masalah sosial. Meningkatnya jumlah PMKS yang mencari angpao mengindikasikan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan. Ini adalah panggilan bagi pemerintah, lembaga sosial, dan kita semua untuk berkolaborasi mencari solusi jangka panjang.
Antara Riuh dan Sepi: Sebuah Refleksi
Peristiwa di Vihara Dharma Bhakti menyisakan pertanyaan mendalam: Seberapa jauh kita telah melangkah dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera? Di tengah hiruk pikuk perayaan, mari kita luangkan waktu sejenak untuk merenung dan mengambil tindakan nyata. Angpao memang penting, tapi lebih dari itu, yang dibutuhkan adalah kepedulian yang berkelanjutan.