EventBogor.com – Kabar angin tak sedap sempat berhembus di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Isu ketidaktransparanan dalam pembangunan desa mencuat. Namun, dengan tegas, Kepala Desa Banyuasih, Saepul Hupad, atau yang akrab disapa Jaro Uu, membantah keras kabar tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan pembangunan yang terbuka dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menepis Isu Hoax: Pembangunan Berbasis Aspirasi Warga
Bayangkan Anda adalah warga Desa Banyuasih. Anda mendengar kabar sumir tentang pembangunan desa, seolah ada yang ditutup-tutupi. Rasa penasaran, bahkan kekhawatiran, tentu menyelimuti. Itulah mengapa klarifikasi langsung dari Jaro Uu menjadi sangat penting. Ia dengan lantang menyatakan bahwa kabar tersebut hanyalah “hoaks”. Pembangunan di Desa Banyuasih, ditegaskannya, berjalan sesuai dengan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes).
Artinya? Setiap proyek, mulai dari infrastruktur jalan hingga program ketahanan pangan, direncanakan dan dieksekusi berdasarkan aspirasi warga. Tidak ada “agenda tersembunyi” atau keputusan sepihak. Semuanya terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
Apa Artinya Bagi Warga Banyuasih?
Dampak langsungnya sangat terasa. Pertama, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa tetap terjaga. Kedua, partisipasi aktif warga dalam pembangunan semakin meningkat. Masyarakat merasa memiliki “andil” dalam setiap proyek yang berjalan. Ini mendorong rasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan desa. Analoginya, seperti kita merawat rumah sendiri, bukan rumah orang lain.
