Peristiwa ini bukan sekadar berita musiman. Ini adalah cermin dari realitas sosial yang kompleks. Di tengah kemeriahan perayaan, ada mereka yang berjuang untuk sekadar bertahan hidup. Kenaikan harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, dan berbagai faktor lainnya membuat banyak orang terjerumus dalam kesulitan. Imlek, yang seharusnya menjadi momen berbagi kebahagiaan, justru menjadi ajang bagi mereka untuk mencari uluran tangan.
Skenario Relatable: Antara Harapan dan Kenyataan
Coba kita bayangkan Atta, salah satu PMKS yang datang dari Tanah Abang. Ia rela menempuh perjalanan dengan angkutan umum, tiba di lokasi sejak pukul 08.00 WIB, hanya untuk mendapatkan angpao. Bagi Atta, selembar angpao bisa berarti makanan untuk hari itu, atau bahkan biaya transportasi untuk pulang. Sebuah perjuangan yang mungkin tak pernah kita bayangkan dalam rutinitas sehari-hari.