EventBogor.com – Suara azan berkumandang, menandakan Jumat yang penuh berkah di Masjid At-Taqwa, Ciomas. Namun, Jumat kali ini terasa lebih istimewa. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, hadir bukan hanya untuk melaksanakan salat Jumat, melainkan membawa pesan penting: bahaya narkoba dan ajakan untuk menyelamatkan generasi penerus.
Hadir pula anggota DPRD, Camat Ciomas, Kepala Desa, Kapolsek, Danramil, serta perwakilan Baznas. Kehadiran mereka menunjukkan betapa seriusnya pemerintah daerah dalam menyikapi ancaman narkoba yang mengintai.
Narkoba: Ancaman Nyata di Tengah Masyarakat
Bayangkan, Anda baru saja selesai bekerja keras seharian. Senyum merekah membayangkan akhir pekan bersama keluarga. Tiba-tiba, berita tentang penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar meruntuhkan segalanya. Ketakutan akan masa depan anak-anak dan keluarga menyelimuti.
Jaro Ade sendiri mengakui, laporan dari masyarakat kerap kali membuatnya miris. Tak jarang, ada keluarga yang menjadi korban langsung dari kejamnya narkoba. Maka dari itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu. Waspada, saling menjaga, dan jangan ragu melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan.
Gotong Royong: Kunci Membentengi Generasi Muda
Langkah konkret yang ditekankan adalah gotong royong. Jaga lingkungan, tingkatkan kembali kegiatan ronda malam, dan awasi pergaulan anak-anak. Ibarat membangun benteng kokoh, setiap elemen masyarakat adalah batu bata penyusunnya. Semakin kuat benteng, semakin sulit narkoba menembus.
Jaro Ade juga menekankan pentingnya program Jumat Keliling (Jumling) sebagai sarana silaturahmi. Lewat Jumling, pemimpin daerah bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengar aspirasi, dan menyampaikan pesan-pesan penting. Bukan hanya soal narkoba, Jumling juga menjadi wadah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bantuan dan Dukungan: Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah
Tak hanya menyampaikan himbauan, Jaro Ade juga memberikan bantuan. Bantuan untuk Masjid At-Taqwa dan marbot masjid adalah bukti nyata kepedulian pemerintah. Bantuan sembako dari Baznas Kabupaten Bogor juga menjadi suntikan semangat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ini adalah pengingat bahwa pemerintah hadir, tidak hanya dalam bentuk regulasi, tapi juga dalam bentuk dukungan nyata. Mengatasi permasalahan narkoba butuh kolaborasi. Pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga harus bergandengan tangan.
Kesimpulan: Masa Depan di Tangan Kita
Ancaman narkoba nyata adanya, tapi bukan berarti kita harus menyerah. Dengan kesadaran, gotong royong, dan dukungan penuh, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak kita. Pertanyaannya, siapkah kita menjadi pahlawan bagi generasi penerus?