Dampak langsungnya sangat terasa. Pertama, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa tetap terjaga. Kedua, partisipasi aktif warga dalam pembangunan semakin meningkat. Masyarakat merasa memiliki “andil” dalam setiap proyek yang berjalan. Ini mendorong rasa memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan desa. Analoginya, seperti kita merawat rumah sendiri, bukan rumah orang lain.
Jaro Uu juga menjelaskan bahwa seluruh bantuan, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, telah direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa setiap bantuan yang diterima tidak menguap begitu saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Sebuah komitmen yang patut diapresiasi.