Kucing-kucingan yang Tak Kunjung Usai
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengakui bahwa PKL kerap memanfaatkan kelengahan petugas. Ibarat permainan kucing-kucingan, begitu pengawasan mengendur, mereka kembali menggelar lapak, bahkan hingga memakan badan jalan. Situasi ini tentu merugikan pejalan kaki dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, kehadiran personel gabungan ini menjadi sangat krusial.
Upaya penertiban ini bukan hanya sekadar menegakkan aturan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan keselamatan warga. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki, kerap kali ‘disulap’ menjadi area berjualan, parkir liar, bahkan tempat sampah. Dampaknya? Pejalan kaki terpaksa berjalan di jalan raya, meningkatkan risiko kecelakaan.