Jumling: Lebih dari Sekadar Silaturahmi
Jaro Ade sendiri menegaskan, Jumling bukan hanya ajang silaturahmi. Ini adalah cara pemerintah mendengar langsung aspirasi warga. “Selain shalat berjamaah bersama masyarakat, bersilaturahmi, kami juga ingin menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujarnya. Sebuah pengakuan yang patut diapresiasi, mengingat betapa pentingnya komunikasi dua arah dalam membangun daerah.
Kehadiran para Kepala Desa dalam Jumling, menurut Jaro Ade, adalah simbol kuat bahwa pelayanan pemerintah menjangkau hingga ke tingkat paling bawah. Sebuah pesan yang jelas: pemerintah ada, hadir, dan peduli. Ini bukan hanya tentang rutinitas, tetapi tentang membangun kepercayaan dan kebersamaan.