Bayangkan Anda baru keluar dari ATM, memegang setumpuk uang tunai. Pikiran pertama? Belanja keperluan Lebaran, tentunya. Tradisi mudik memang kuat, tapi kemacetan, biaya transportasi, dan kerumunan seringkali jadi momok. Pramono Anung melihat peluang di sini: menawarkan alternatif yang lebih nyaman dan hemat bagi warga Jakarta. Ini bukan sekadar kebijakan, melainkan upaya merespons perubahan zaman, di mana teknologi seperti video call mempermudah silaturahmi, dan gaya hidup urban semakin mengakar.
Diskon di Mana Saja? Bocoran dari Balik Meja Gubernur