EventBogor.com – Kabar duka datang dari Nanggung, Bogor. Sabtu sore lalu (28/02/2025), seorang pengendara motor kembali menjadi korban ganasnya Jalan Raya Ace Tabrani. Kecelakaan yang mengakibatkan patah kaki dan luka robek ini menjadi pengingat pahit akan buruknya kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Bayangkan Anda melaju di jalan yang seharusnya aman, tapi justru dipenuhi jebakan maut. Lubang-lubang menganga yang tertutup genangan air, siap menyergap kapan saja. Itulah yang dialami pengendara motor nahas tersebut. Motornya kehilangan kendali, lalu terjatuh. Sebuah skenario yang sayangnya, sudah menjadi ‘rutinitas’ bagi warga Nanggung.
Jalan Rusak, Nyawa Taruhannya
Kondisi Jalan Raya Ace Tabrani memang sudah memprihatinkan sejak lama. Korban kecelakaan bukan lagi hitungan jari, melainkan ‘nyaris setiap hari’, seperti yang diungkapkan oleh warga sekitar. Permukaan jalan yang licin, lubang-lubang yang menganga, ditambah minimnya penerangan di malam hari, adalah kombinasi sempurna bagi kecelakaan. Mirisnya, kerusakan ini terjadi di jalur yang vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Latar belakangnya sederhana: kurangnya perawatan. Pemerintah daerah seolah ‘tutup mata’ terhadap penderitaan warga. Padahal, perbaikan jalan bukan hanya soal estetika, tapi juga keselamatan nyawa. Bayangkan, berapa banyak lagi korban yang harus berjatuhan sebelum ada tindakan nyata?
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Kerusakan jalan bukan hanya merugikan secara fisik, tapi juga secara finansial. Kerusakan kendaraan akibat terjebak lubang, biaya pengobatan korban kecelakaan, hingga kerugian waktu akibat kemacetan. Semua itu adalah biaya tersembunyi yang harus ditanggung oleh masyarakat. Belum lagi dampak jangka panjangnya terhadap perekonomian daerah. Akses yang buruk akan menghambat distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Kapan Janji Tinggal Janji Berakhir?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah perbaikan. Warga hanya bisa berharap dan terus waspada setiap kali melintas di jalan tersebut. Sebuah ironi, di mana infrastruktur yang seharusnya menunjang kehidupan, justru menjadi ancaman. Pertanyaannya, sampai kapan kita akan terus menunggu? Kapan janji-janji manis berubah menjadi tindakan nyata?
Mari kita kawal bersama, agar tragedi serupa tidak terus berulang. Jangan biarkan jalan berlubang merenggut lebih banyak korban.