Modus Operandi: Keramaian dan Kelengahan
Kasus ini bermula dari laporan pedagang yang menerima uang palsu saat bertransaksi. Mereka baru menyadari kejanggalan ketika uang tersebut ditolak oleh pihak bank. Kondisi pasar malam yang ramai menjadi celah bagi pelaku. Kerumunan orang dan transaksi yang cepat membuat pengecekan uang menjadi sulit. Pelaku memanfaatkan situasi ini untuk mengedarkan uang palsu dengan leluasa. Bahkan, pihak pengelola pasar malam juga menemukan indikasi serupa di beberapa loket wahana permainan. Uang palsu ditemukan di loket rumah hantu, tong stand, hingga wahana kincir angin.
Uang palsu yang beredar ini memiliki karakteristik yang cukup membingungkan. “Kondisinya masih baru, kertasnya terasa kaku dan sekilas sangat mirip dengan aslinya,” jelas Patra, Manajer 05 Safaria. Hal ini membuat deteksi dini menjadi lebih sulit, bahkan bagi mereka yang sudah berpengalaman.