Puskesmas Leuwiliang tidak hanya meluncurkan sistem ini, tetapi juga memastikan semua orang bisa memanfaatkannya. Sosialisasi gencar dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan pertemuan langsung dengan warga. Petugas pendamping juga disiagakan untuk membantu pasien, terutama lansia dan pasien baru. Ini menunjukkan komitmen Puskesmas Leuwiliang untuk inklusivitas dan kemudahan akses.
Harapan dan Dampak Lebih Luas
Kepala Puskesmas Leuwiliang, dr. James GH Tambun, berharap inovasi ini bisa diadopsi oleh Puskesmas lain di Kabupaten Bogor. Ini adalah langkah penting menuju transformasi digital di sektor layanan kesehatan. Dengan Si-PREMAN, Puskesmas Leuwiliang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana teknologi bisa digunakan untuk membuat hidup lebih mudah dan nyaman.
Jadi, apakah Anda siap merasakan pengalaman berobat yang lebih baik? Si-PREMAN adalah bukti nyata bahwa pelayanan publik yang modern dan berpihak pada pasien bukanlah mimpi belaka. Sebuah langkah kecil, yang berdampak besar.