Rapat Kerja: Upaya Nyata di Lapangan
Menyadari urgensi tersebut, Komisi II DPRD Kota Bekasi menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk membahas percepatan proyek pembangunan tanggul Kali Bekasi, khususnya di wilayah Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML). Rapat ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dari komitmen DPRD dalam menindaklanjuti aspirasi warga. Hadir pula dalam rapat, berbagai pemangku kepentingan seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
Tantangan di Balik Pembangunan
Tentu saja, pembangunan tanggul tidak selalu berjalan mulus. Ketua Komisi II, Latu Har Hary, menyoroti adanya kendala teknis dan administratif yang menyebabkan pembangunan sekitar 500 meter tanggul di PML terhambat. Masalah utama terletak pada status kepemilikan lahan yang bersinggungan dengan Garis Sempadan Sungai (GSS). Ini adalah ‘ganjalan’ yang harus segera diatasi agar proyek dapat berjalan lancar.
Sinergi: Kunci Keberhasilan
Latu Har Hary menekankan pentingnya sinergi antarinstansi. Jangan sampai pembangunan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik. BBWSCC, dinas terkait, BPN, dan PJT harus bahu-membahu untuk mewujudkan pembangunan tanggul yang efektif. DPRD siap menjadi fasilitator untuk menjembatani perbedaan dan memastikan semua pihak berjalan seiring sejalan. Ibarat sebuah orkestra, semua instrumen harus memainkan nada yang sama agar menghasilkan simfoni yang indah, dalam hal ini, Bekasi yang bebas banjir.