Analoginya seperti ini: bayangkan sebuah kolam renang. Semua orang boleh berenang, tapi tak semua orang bisa berenang dengan baik. Jika tak ada pengawasan, kolam akan penuh dengan orang yang kesulitan, dan yang mahir berenang pun tak akan nyaman. Jakarta membutuhkan “penjaga kolam” yang memastikan semua orang bisa berenang dengan baik, atau setidaknya, tidak tenggelam.
Menuju Jakarta yang Berkelanjutan
Jakarta adalah kota impian. Tapi, impian ini harus dibangun dengan fondasi yang kuat. Pengendalian arus urbanisasi, peningkatan kualitas hidup warga, dan perencanaan yang matang adalah kunci menuju Jakarta yang berkelanjutan.
Lantas, apakah kita siap menyambut pendatang baru? Atau, akankah kita membiarkan Jakarta semakin sesak dan masalah terus berulang?