Julius, Wakil Ketua Paguyuban Warga Vepasamo Sentul City, dengan gamblang menggambarkan situasi ini sebagai ketimpangan relasi kuasa. Masyarakat merasa ditinggalkan, suaranya tak didengar di tengah gemuruh ambisi pemilik modal. Analogi sederhana: Anda memiliki hak atas rumah Anda, tapi orang lain seenaknya menentukan perubahan tanpa izin.
Kajian hukum yang diajukan ke WALHI semakin memperkeruh suasana. Muncul dugaan pelanggaran tata ruang, persoalan hukum lingkungan, dan prosedur partisipasi publik yang cacat. Ibaratnya, bangunan megah yang dibangun di atas fondasi rapuh. Kapan saja bisa runtuh.