Sedangkan di Jakarta Barat, meskipun jumlahnya paling sedikit, petugas tetap mengamankan 71 ekor ikan seberat 17 kilogram dari Kali Anak TSI di Cengkareng.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kekhawatirannya karena berdasarkan kajian KKP, ikan invasif asal Benua Amerika ini memang sudah terlalu mendominasi ekosistem air tawar kita.
Menurutnya, jika dibiarkan terus berkembang biak tanpa kontrol, ikan-ikan endemik lokal bakal punah karena telur mereka habis dilahap oleh si ikan sapu-sapu ini.
Tak hanya merusak rantai makanan, keberadaan ikan ini juga diketahui bisa merusak struktur fisik turap kali yang tentu saja membahayakan infrastruktur kota.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk upaya penyelamatan kelestarian sungai Jakarta agar bisa kembali dihuni oleh ikan-ikan lokal yang seharusnya ada di sana.