UMKM Lokal: Gairahkan Ekonomi dari Akar Rumput
Salah satu poin penting yang ditekankan Jaro Ade adalah pemberdayaan UMKM lokal. Ia melihat potensi besar dalam mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor wisata. “Yang penting wisata ini harus berdampak positif untuk perekonomian masyarakat,” ujarnya. SKPD terkait diminta mengintegrasikan pembinaan UMKM sesuai potensi masing-masing wilayah. Ini artinya, bukan hanya membangun infrastruktur, tapi juga memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar bagi para pelaku usaha kecil. Dengan begitu, geliat ekonomi akan terasa langsung di akar rumput, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Kemitraan & Tantangan: Menuju Wisata Berkelanjutan
Perwakilan TNGHS, Dudi, mengungkapkan bahwa kawasan yang dikelola di wilayah Kabupaten Bogor mencapai 28.000 hektare. Ia berharap adanya kerja sama yang lebih konkret antara TNGHS dan Pemkab Bogor. Pungutan tiket masuk atau PNBP yang menjadi kewajiban TNGHS juga menjadi perhatian. Pemerintah pusat memang mewajibkan pungutan ini, namun dialog tetap dibuka agar tidak memberatkan masyarakat. Ini menunjukkan adanya upaya untuk mencari solusi yang win-win, menjaga kelestarian lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Langkah Jaro Ade patut diacungi jempol. Dengan fokus pada perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan kemitraan yang baik, Gunung Bunder dan Sari memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan. Mampukah visi ini diwujudkan? Mari kita tunggu bersama.