EventBogor.com – Cibinong. Pagi cerah di Lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jumat (2/5/2025) menjadi saksi bisu perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si, menjadi momentum penting. Namun, di balik gegap gempita perayaan, tersimpan catatan kritis dari aktivis sosial Nurdin Ruhendi, SH, yang menyoroti tantangan krusial dunia pendidikan di Bumi Tegar Beriman.

Menatap Masa Depan: PR Pendidikan Bogor yang Menggunung

Bayangkan Anda sedang merencanakan perjalanan jauh. Rute sudah ada, peta terbentang, tapi tantangan di depan mata tak bisa dihindari. Begitulah gambaran pendidikan di Kabupaten Bogor saat ini. Upacara Hardiknas menjadi pengingat bahwa jalan menuju pendidikan berkualitas untuk semua masih panjang. Menurut Nurdin Ruhendi, ada “pekerjaan rumah” yang harus segera dituntaskan.

Salah satu sorotan utama adalah rendahnya angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor, yang masih berkisar antara 8 hingga 9 tahun. Artinya, banyak anak-anak kita yang belum mampu menuntaskan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Ini ibarat mendaki gunung, baru mencapai separuh jalan sudah harus berhenti. Dampaknya? Keterbatasan akses terhadap peluang kerja, potensi kemiskinan yang berkelanjutan, dan tentu saja, hilangnya potensi generasi penerus yang unggul.

Beasiswa & Perguruan Tinggi Milik Pemda: Janji Manis yang Dinanti

Nurdin Ruhendi juga menyuarakan harapan agar beberapa program unggulan Bupati Bogor segera terealisasi. Dua di antaranya adalah “Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana” dan rencana pendirian Perguruan Tinggi Milik Pemda Kabupaten Bogor. Ide ini bagaikan oase di tengah gurun. Beasiswa akan membuka pintu bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih pendidikan tinggi, sementara perguruan tinggi milik daerah akan menjadi wadah bagi lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, siap bersaing di kancah nasional maupun global.

BACA JUGA :  Imbauan 17 Agustus: Sikap Sempurna 3 Menit bareng-Bareng Se-Indonesia, Intinya apa sih?