Setelah penantian yang alot, barulah pada Sabtu, 4 April 2026, Susandi diizinkan melihat rekaman tersebut atas undangan terduga pelaku.
Meski sudah melihat rekaman, ia merasa tetap tidak mendapatkan penjelasan yang memadai atau niat baik dari pihak tempat kursus terkait insiden pengancaman tersebut.