Kecelakaan di perlintasan Ampera menjadi pemicu utama keseriusan ini, di mana sebuah taksi listrik hijau terjebak di rel dan akhirnya ditabrak oleh KRL dari arah Cikarang.
Insiden itu membuat operasional kereta terganggu, evakuasi memakan waktu, dan 457 penumpang dari enam perjalanan terdampak langsung.
Banyak pihak sepakat bahwa perlintasan liar atau tradisional seperti di Ampera sudah tak bisa lagi diandalkan di tengah pertumbuhan urban yang cepat.
Pembangunan flyover dinilai sebagai solusi jangka panjang yang tak bisa ditunda-tunda lagi, apalagi dengan tren elektrifikasi transportasi yang semakin meningkat.
Meski ada tantangan anggaran, komitmen Pemkot tetap kuat, dan mereka berharap pusat segera merespons usulan percepatan infrastruktur ini.