Eventbogor.com – Pemerintah terus menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun rupiah mengalami tekanan di tengah gejolak pasar global.

Meski nilai tukar rupiah melemah belakangan ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi tersebut tidak mencerminkan keretakan dalam perekonomian domestik.

Menurutnya, pelemahan rupiah lebih dipengaruhi oleh dinamika eksternal dan persepsi pasar ketimbang indikator makroekonomi dalam negeri yang masih stabil.

Purbaya menilai penting untuk meredam apa yang disebutnya sebagai ‘noise’ ekonomi—narasi negatif yang beredar luas tapi tak berbasis pada data faktual.

Ia khawatir narasi semacam itu bisa merusak kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, padahal kondisi sebenarnya jauh dari krisis.

Untuk memperkuat kebijakan fiskal, pemerintah sedang memperbaiki sistem perpajakan dengan menutup celah-celah kebocoran yang selama ini merugikan negara.

Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan tanpa harus menambah beban baru bagi masyarakat.

Selain itu, penyesuaian kebijakan pajak juga dilakukan untuk menghindari kegaduhan regulasi yang bisa memicu ketidakpastian di kalangan pelaku usaha.

Purbaya menyatakan bahwa reformasi perpajakan dan kepabeanan harus lebih ketat, terukur, dan transparan agar memberi sinyal positif ke pasar.

Dalam pandangannya, ekonomi Indonesia justru masih lebih tangguh dibanding sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Bahkan dengan volatilitas global yang tinggi, cadangan devisa yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi fondasi kuat ketahanan nasional.

BACA JUGA :  Geliat Infrastruktur 2026: Adhi Karya Borong Kontrak Baru Hingga Persiapan Mudik Lebaran yang Makin Matang

Percepatan belanja pemerintah pun terus digenjot sebagai instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan di level 5,7 persen.

Purbaya kembali menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukanlah indikasi bahwa ekonomi Indonesia sedang menuju keterpurukan.

“Ini bukan tanda pemburukan ekonomi domestik,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (25/04/2026), menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas makro.