Doa bukan berarti kita menghindar dari kenyataan, tapi justru mempersiapkan diri secara utuh—fisik, pikiran, dan jiwa.
Untuk itu, tak ada salahnya menjadikan bacaan ini sebagai bagian dari rutinitas harian, baik bagi pribadi maupun keluarga.
Menanamkan kebiasaan ini sejak dini pada anak-anak juga bisa menjadi bekal spiritual yang berharga.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, doa semacam ini jadi semacam ‘rem’ yang mengingatkan kita untuk tidak terlalu sibuk hingga lupa bersyukur.
Semoga dengan membaca doa keluar dan masuk rumah, kita senantiasa dilindungi dari segala bahaya yang tak terduga.
Dan semoga korban kecelakaan di Bekasi mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.