“Sebelum orang-orang kenal lip liner, saya sudah pakai sejak lama,” katanya dengan nada bangga.
Bagi Bu Ala, lip liner bukan sekadar aksesori makeup, melainkan pondasi utama.
“Kalau bibir nggak ada pondasinya, bentuknya nggak akan keluar maksimal, dan lipstick juga gampang luntur,” tegasnya.
“Saya bener-bener nggak bisa hidup tanpa lip liner. Itu wajib.”
Lip Sculptor pun diboyong sebagai produk pertama lip liner dari MOP Beauty dengan konsep yang mereka sebut sebagai “Architecture for the Lips”.
Produk ini mengusung formula 3-in-1 yang memungkinkan pengguna membentuk garis, memahat bentuk, sekaligus mengisi bibir hanya dengan satu alat.
Keunggulannya terletak pada tekstur yang creamy dan buttery, membuat aplikasinya sangat halus tanpa perlu tekanan berlebih.
Hasil akhirnya? Efek dimensi 3D yang memberi kesan bibir lebih penuh, tegas, dan proporsional.
Inovasi ini dirancang bukan cuma untuk mempercantik, tapi juga membangun struktur bibir secara alami.
Dengan Lip Sculptor, MOP Beauty ingin mengajak pengguna melihat lip liner sebagai alat arsitektur wajah, bukan sekadar pelengkap makeup.