Salah satu nilai plusnya, produk ini bebas dari SLS dan SLES—surfaktan keras yang sering bikin kulit kepala kering atau iritasi.
Sebagai gantinya, lavojoy memakai surfaktan lembut yang aman dipakai rutin, bahkan untuk kulit kepala sensitif sekalipun.
Di acara peluncurannya, pengunjung bisa langsung merasakan manfaatnya lewat sesi scalp analysis, uji coba produk, hingga diskusi interaktif bersama para ahli.
Dickson Leo, perwakilan dari lavojoy, bilang kalau ketombe sering dianggap sepele, padahal dampaknya bisa sangat personal dan mendalam.
“Ini bukan cuma soal ketombe yang jatuh dari kepala, tapi juga soal bagaimana seseorang merasa di depan orang lain,” ujarnya, menekankan bahwa kampanye ini ingin mengubah cara pandang masyarakat.
Devina Ciayadi, salah satu pakar yang hadir, juga menambahkan bahwa kulit kepala yang sehat adalah dasar dari rambut yang kuat dan indah.
Menurutnya, merawat rambut tanpa memperhatikan kulit kepala itu ibarat membangun rumah di atas tanah yang retak.
Dengan Flakes Off My Crown Series, lavojoy nggak cuma menawarkan produk, tapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesehatan kulit kepala secara menyeluruh.
Inovasi ini jadi langkah penting di tengah meningkatnya kesadaran akan self-care yang holistik, terutama di kalangan urban yang aktif dan peduli penampilan.
Bagi yang sering merasa minder karena ketombe, mungkin inilah saatnya untuk benar-benar ‘reclaim your crown’ dan kembali tampil percaya diri.