Eventbogor.com – Setiap 21 April, Indonesia selalu punya cara unik untuk mengenang sosok yang satu ini.
Raden Ajeng Kartini, perempuan muda dari Jepara yang berani menulis di tengah belenggu tradisi, terus menginspirasi lewat jejak pemikirannya.
Di tahun 2026, peringatan Hari Kartini bukan cuma soal seragam putih-putihan atau lomba di sekolah.
Ini jadi momen refleksi, sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan rasa hormat lewat karya sastra—salah satunya puisi.
Puisi Hari Kartini 2026 yang bermunculan di berbagai platform literasi menunjukkan bahwa semangat Kartini masih hidup.
Meski hanya terdiri dari beberapa baris, banyak puisi yang mampu menyampaikan pesan kuat tentang keberanian, kesetaraan, dan hak perempuan untuk belajar dan berkarya.
Salah satu contohnya adalah puisi berjudul ‘Perempuan Berdaya’ karya Septi Mardiana, yang menyentil pentingnya literasi di era digital.
Dalam empat baris sederhana, puisi itu menggambarkan bagaimana zaman terus berubah, dan anak muda sekarang seharusnya menjadikan baca-tulis sebagai bagian dari keseharian.
Tak heran, tradisi menulis puisi di Hari Kartini terasa begitu pas, mengingat Kartini sendiri dikenal lewat surat-suratnya yang penuh renungan.
Surat yang ditulisnya puluhan tahun lalu masih relevan: tentang hak perempuan, pendidikan, dan kebebasan berpikir.