Di tahun 2026, semangatnya tetap sama: mendorong generasi muda untuk aktif membaca, menulis, dan memahami nilai-nilai budaya lewat literasi.
Penting untuk dicatat bahwa Hari Buku Sedunia berbeda dengan Hari Buku Anak Sedunia yang diperingati setiap 2 April.
Yang pertama bersifat global dan mencakup semua genre buku serta isu hak cipta, sementara yang kedua lebih fokus pada tumbuhnya kebiasaan membaca sejak usia dini.
Jadi, selain sekadar membagikan foto berbingkai menarik, momen ini bisa jadi ajang refleksi: kapan terakhir kali kamu menyelesaikan sebuah buku?
Atau mungkin, ini saat yang tepat untuk mulai membaca satu bab per hari.
Merayakan Hari Buku tak harus dengan hal besar—kadang, cukup dengan niat untuk membuka halaman pertama.