Pusung Tagel bukan cuma soal estetika, tapi juga mencerminkan kerohanian dan kesiapan spiritual seseorang.
Selain Bali, daerah lain seperti Jawa Tengah punya sanggul yang tak kalah ikonik, misalnya Sanggul Yuyu Sekandang yang terinspirasi dari bentuk kepiting.
Bentuknya unik dan simetris, sering dipakai dalam pertunjukan tari atau acara resmi keraton.
Lalu ada juga Sanggul Ciwidey dari Jawa Barat, yang lebih simpel namun tetap elegan, cocok untuk perempuan yang ingin tampil tradisional tanpa terlalu rumit.
Tak ketinggalan, Sanggul Makuta dari Jawa Timur yang sering dipakai dalam prosesi pernikahan adat, dengan bentuk menyerupai mahkota dan hiasan perak yang megah.
Terakhir, Sanggul Belah Dua dari Sunda, yang menonjolkan simetri dan keseimbangan, sering dikenakan dalam acara kesenian atau pentas budaya.
Meski terdengar rumit, kini banyak salon yang menawarkan jasa tata rambut sanggul tradisional dengan teknik modern, bahkan tanpa perlu konde palsu.
Hasilnya? Tetap klasik, tapi lebih nyaman dipakai seharian.
Bagi generasi muda, memakai sanggul saat Hari Kartini bukan cuma soal tampil cantik, tapi juga bentuk penghormatan terhadap perempuan terdahulu yang berjuang untuk kesetaraan.
Dengan memilih jenis sanggul yang tepat, perayaan Hari Kartini 2026 bisa jadi momen yang lebih bermakna dan penuh nuansa lokal.