Eventbogor.com – Setiap perayaan Hari Kartini selalu membawa nuansa khas yang tak terlupakan, terutama dalam soal busana.
Tak hanya kebaya yang jadi sorotan, gaya rambut sanggul pun ikut mencuri perhatian sebagai simbol keanggunan perempuan Jawa dan Nusantara.
Di tahun 2026, peringatan Hari Kartini kembali menghidupkan tradisi, salah satunya lewat penggunaan sanggul yang sarat makna budaya.
Bentuknya yang anggun dan penuh filosofi membuat sanggul bukan sekadar tatanan rambut, melainkan bagian dari identitas.
Dari dulu, sanggul dipakai perempuan sebagai tanda kedewasaan, terutama saat memasuki usia menikah atau menghadiri acara adat penting.
Setiap daerah punya versinya sendiri, dengan bentuk, nama, dan cara menata yang unik.
Meski zaman terus berubah, sanggul tak lantas menghilang—justru kini muncul dalam versi modern yang lebih praktis tanpa kehilangan esensinya.
Bagi yang ingin tampil autentik saat perayaan Hari Kartini 2026, berikut lima jenis sanggul tradisional yang bisa jadi inspirasi.
Pertama, ada Sanggul Pusung Tagel dari Bali, yang sering dikenakan perempuan saat menghadiri upacara keagamaan atau acara adat.
Bentuknya khas, melingkar di bagian samping kepala, dan biasanya dilengkapi dengan hiasan bunga atau tusuk konde dari emas.
Pusung Tagel bukan cuma soal estetika, tapi juga mencerminkan kerohanian dan kesiapan spiritual seseorang.
Selain Bali, daerah lain seperti Jawa Tengah punya sanggul yang tak kalah ikonik, misalnya Sanggul Yuyu Sekandang yang terinspirasi dari bentuk kepiting.
Bentuknya unik dan simetris, sering dipakai dalam pertunjukan tari atau acara resmi keraton.
Lalu ada juga Sanggul Ciwidey dari Jawa Barat, yang lebih simpel namun tetap elegan, cocok untuk perempuan yang ingin tampil tradisional tanpa terlalu rumit.
Tak ketinggalan, Sanggul Makuta dari Jawa Timur yang sering dipakai dalam prosesi pernikahan adat, dengan bentuk menyerupai mahkota dan hiasan perak yang megah.
Terakhir, Sanggul Belah Dua dari Sunda, yang menonjolkan simetri dan keseimbangan, sering dikenakan dalam acara kesenian atau pentas budaya.
Meski terdengar rumit, kini banyak salon yang menawarkan jasa tata rambut sanggul tradisional dengan teknik modern, bahkan tanpa perlu konde palsu.
Hasilnya? Tetap klasik, tapi lebih nyaman dipakai seharian.
Bagi generasi muda, memakai sanggul saat Hari Kartini bukan cuma soal tampil cantik, tapi juga bentuk penghormatan terhadap perempuan terdahulu yang berjuang untuk kesetaraan.
Dengan memilih jenis sanggul yang tepat, perayaan Hari Kartini 2026 bisa jadi momen yang lebih bermakna dan penuh nuansa lokal.
