Dunia lingkungan dan keberagaman hayati juga tak dilupakan, dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei.
Bahkan isu kesehatan mental pun ikut diangkat lewat Hari Peduli Skizofrenia Dunia pada 24 Mei.
Tak kalah menarik, 21 Mei diperingati sebagai Hari Teh Internasional, momen yang disambut hangat oleh pencinta minuman ini di seluruh dunia.
Sementara Hari Museum Internasional pada 18 Mei mengajak masyarakat untuk lebih menghargai warisan budaya dan sejarah yang tersimpan di balik koleksi museum.
Bagi yang ingin memanfaatkan momen libur, perlu dicatat bahwa beberapa hari besar nasional seperti Idul Adha dan Kenaikan Yesus Kristus kemungkinan besar ditetapkan sebagai hari libur resmi.
Hal ini bisa jadi kesempatan emas untuk menikmati long weekend, terutama jika tanggal-tanggal tersebut berdekatan dengan akhir pekan.
Mengetahui jadwal hari besar bukan cuma soal libur, tapi juga tentang memahami momentum yang bisa dimanfaatkan untuk edukasi, refleksi, atau aksi sosial.
Entah itu melalui kegiatan di sekolah, kantor, atau komunitas, peringatan hari besar bisa jadi sarana memperkuat kesadaran kolektif.
Untuk yang ingin menyimak lebih dalam, kalender Jawa dan hijriah juga bisa jadi referensi tambahan, terutama bagi yang menjalankan tradisi atau ibadah berdasarkan penanggalan tersebut.
Intinya, Mei 2026 menawarkan banyak ruang untuk merayakan, mengenang, dan bertindak.