Eventbogor.com – Gubernur DKI baru-baru ini mengeluarkan instruksi agar masyarakat mulai memanfaatkan lahan tidur dengan menanami palawija atau sayuran.
Soal ini muncul sebagai bagian dari latihan dalam persiapan menghadapi UM-PTKIN 2026, ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang digelar setiap tahun oleh Kementerian Agama.
UM-PTKIN sendiri bukan sekadar tes biasa, melainkan gerbang utama bagi siswa yang ingin melanjutkan studi di berbagai institusi seperti UIN, IAIN, STAIN, atau kampus lain yang berada di bawah naungan Kemenag.
Ujian ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya paham agama, tapi juga memiliki kemampuan akademik yang mumpuni.
Yang menarik, meski diselenggarakan secara nasional, proses ujiannya tetap dilakukan secara luring, alias tatap muka langsung di lokasi-lokasi ujian yang telah ditentukan.
Peserta tidak akan mengisi lembar jawaban manual, melainkan menggunakan komputer melalui Sistem Seleksi Elektronik atau SSE, di mana soal muncul lewat aplikasi khusus di PC atau laptop yang disediakan.
Formatnya cukup modern, meski tetap offline, sehingga peserta harus terbiasa dengan nuansa ujian berbasis teknologi.
Pada penyelenggaraan 2026, ada empat jenis tes yang akan diujikan, yaitu Penalaran Akademik yang mencakup verbal, gambar, dan kuantitatif, lalu Penalaran Matematika, Literasi Membaca, serta Literasi Ajaran Islam.
Keempat komponen ini dirancang untuk menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, sekaligus pemahaman dasar keislaman yang dibutuhkan di lingkungan kampus keagamaan.
Kembali ke soal tentang lahan tidur, kata tersebut secara konteks merujuk pada area yang tidak digunakan atau dibiarkan kosong begitu saja.