Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah, puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun—satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Sementara itu, puasa Tarwiyah juga memiliki pahala yang besar, salah satunya dikatakan setara dengan pahala kesabaran Nabi Ayub saat menghadapi cobaan hidup.
Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa pahala puasa Arafah setara dengan pahala Nabi Isa Alaihissalam.
Meski statusnya sunnah, banyak umat Islam yang berlomba-lomba menjalankannya karena ganjaran yang begitu besar.
Puasa ini juga menjadi bentuk solidaritas spiritual dengan para jemaah haji yang sedang menjalankan rukun penting di tanah suci.
Untuk niat puasa Tarwiyah, cukup berniat di malam hari sebelum fajar dengan bacaan: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatit Tarwiyah lillahi ta’ala’.
Sedangkan untuk puasa Arafah, niatnya: ‘Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil Arafah lillahi ta’ala’.
Amalan ini bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga momentum untuk memperdalam introspeksi, memperkuat kesabaran, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat muslim di seluruh dunia turut merasakan semangat ibadah haji, meski tidak secara fisik berada di Mekkah.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan besar ini di tahun 2026, apalagi jika jatuh pada hari yang memungkinkan untuk diamalkan dengan khusyuk.