Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati yâ rahîman bi’ibâdihil mukminîn.
Artinya: Ya Allah, curahkanlah rahmat-Mu padaku, berilah aku taufik dan perlindungan di bulan ini, serta sucikan hatiku dari sifat mencela dan menuduh, wahai Dzat yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Doa ini tak hanya cocok dibaca saat Ramadhan, tapi juga bisa dijadikan wirid harian untuk menjaga kestabilan batin.
Bayangkan betapa damainya hidup jika hati terbebas dari prasangka buruk dan hasrat untuk menjelekkan orang lain.
Waktu paling mustajab untuk berdoa biasanya saat azan Magrib hingga waktu berbuka, atau di malam hari setelah shalat Tarawih.
Di saat-saat seperti itu, suasana hening dan pikiran cenderung lebih fokus, membuat doa terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Bagi jemaah yang sedang mempersiapkan ibadah haji di tahun 2026, doa ini juga bisa menjadi bagian dari bekal spiritual mereka.
Selain doa khusus haji, menjaga hati dari sifat tercela adalah pondasi penting agar perjalanan ibadah berjalan lancar dan diterima oleh Allah SWT.
Tak heran jika banyak ulama menekankan pentingnya membersihkan hati sebelum melangkahkan kaki ke tanah suci.
Ramadhan memang menjadi momentum terbaik untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.