Eventbogor.com – Pernah nggak sih kamu buka Instagram, TikTok, atau X (Twitter), terus ngerasa feed-nya makin aneh? Kadang muncul konten yang nggak nyambung sama hobi kamu, kadang malah postingan dari orang yang nggak kamu kenal. Banyak yang bilang, “algoritma sosmed makin random!” — tapi ternyata itu bukan tanpa alasan, lho!
Kenapa Algoritma Sosmed Terasa Semakin Acak?
Sosial media pakai algoritma buat nunjukin konten yang paling mungkin kamu suka. Tapi karena banyak faktor yang terus berubah, hasilnya jadi terasa “random”. Nih beberapa penyebab utamanya:
1. Platform Lagi Eksperimen
Setiap platform selalu uji coba hal baru biar kamu makin betah scroll. Kadang mereka naikin prioritas video pendek kayak reels atau shorts, kadang balik lagi ke konten gambar atau teks. Nah, eksperimen inilah yang bikin timeline kamu berubah-ubah.
2. Perilaku Kamu Ikutan Berubah
Algoritma belajar dari aktivitas kamu. Misal dulu kamu sering like meme lucu, terus akhir-akhir ini lebih sering nonton video edukasi — jadilah feed kamu campur aduk. Bukan random sebenarnya, tapi hasil dari “belajar cepat” si algoritma.
3. Diversifikasi Konten
Biar kamu nggak bosen lihat hal yang itu-itu aja, sosial media sengaja selipin konten dari luar minat kamu. Kadang malah justru dari situ kamu nemuin hal baru yang seru.
4. Efek Filter Bubble
Algoritma juga bisa bikin kamu terjebak di filter bubble, alias gelembung konten. Sekali kamu suka satu tema, misal politik atau K-pop, maka konten yang muncul bakal seputar itu terus. Begitu muncul hal baru, otak kita langsung ngerasa “random”.
5. Fokus ke Iklan dan Engagement
Tujuan utama platform tetap sama: bikin pengguna betah dan iklan jalan lancar. Jadi wajar kalau algoritma kadang lebih ngasih konten yang ramai interaksi, bukan yang paling relevan buat kamu.
6. Update Algoritma dan Kebijakan Baru
Sosmed sering update sistem biar bisa lawan hoaks, konten ekstrem, atau masalah privasi. Nah, perubahan ini juga bisa bikin konten yang biasa kamu lihat jadi hilang atau terganti topik lain.
7. Data Kamu Kurang Akurat
Kalau kamu sering scroll cepat, skip video, atau jarang interaksi, algoritma bakal bingung menebak selera kamu. Akhirnya, dia coba “tebak-tebakan” dengan kasih konten random.
Kenapa Sekarang Lebih Parah?
Sekarang, algoritma makin kompleks karena udah dibantu AI dan machine learning. Mereka belajar dari tiap detik kamu berinteraksi. Sekecil apa pun perilaku kamu bisa bikin sistem langsung ubah rekomendasi.
Selain itu, platform juga makin banyak format konten: video, live, carousel, story, reels, dan lain-lain. Algoritma biasanya “dorong” format baru supaya populer, jadi feed kamu bisa berubah total dalam semalam.
Belum lagi tekanan kompetisi antarplatform — semuanya pengen bikin kamu betah lama-lama di aplikasi. Jadi mereka terus eksperimen dengan pola baru yang kadang terasa acak.
Biar Feed Kamu Nggak Terlalu Random
Tenang, ada cara biar algoritma lebih “ngerti” kamu. Coba deh beberapa trik ini:
- Rajin interaksi (like, komen, share) sama konten yang kamu beneran suka.
- Gunakan tombol “not interested” buat ngasih sinyal negatif ke konten yang nggak relevan.
- Jangan asal scroll — kalau suka, tonton atau baca sampai habis.
- Unfollow akun yang udah nggak menarik buat kamu.
- Coba reset rekomendasi atau bersihin history kalau feed udah terlalu berantakan.
Kesimpulan
Jadi, bukan algoritmanya rusak, tapi memang sekarang sistemnya makin pintar dan dinamis. Kadang terasa acak, padahal lagi berusaha memahami kamu. Kalau pengen timeline lebih sesuai selera, bantu algoritmanya dengan interaksi yang konsisten dan sadar.
Intinya, kita yang “ngasih makan” algoritma dengan perilaku kita sendiri. Jadi kalau feed kamu berantakan, mungkin saatnya “diet konten” dan pilih-pilih lagi apa yang mau kamu konsumsi.