EventBogor.com – Kabar mengenai anggaran fantastis sebesar Rp100 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembongkaran tiang monorail di kawasan strategis Jakarta telah menjadi perbincangan hangat. Namun, di tengah riuhnya pemberitaan tersebut, muncul klarifikasi penting yang perlu dipahami oleh masyarakat. Mari kita bedah lebih dalam mengenai duduk perkara sebenarnya, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak.
Pemerhati perkotaan, Sugiyanto, memberikan pencerahan terkait isu ini. Ia menegaskan bahwa angka Rp100 miliar tersebut bukanlah semata-mata biaya untuk membongkar 109 tiang monorail yang berdiri kokoh di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said, Setiabudi, dan Jalan Asia Afrika, Senayan. Lebih dari itu, anggaran tersebut merupakan estimasi total biaya yang mencakup berbagai aspek penataan kawasan secara menyeluruh.
Mispersepsi yang Perlu Diluruskan
Sugiyanto menyoroti adanya mispersepsi yang berkembang di kalangan masyarakat. Banyak yang salah mengira bahwa anggaran tersebut hanya diperuntukkan bagi pembongkaran fisik tiang-tiang monorail. Padahal, anggaran tersebut juga meliputi biaya pemeliharaan kawasan pasca-pembongkaran, penataan trotoar di eks lahan monorail, serta berbagai aspek lainnya yang bertujuan untuk mempercantik dan meningkatkan kualitas kawasan tersebut.
“Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorail mencapai Rp100 miliar. Padahal, angka itu merupakan estimasi total biaya penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said secara terpadu, bukan hanya pembongkaran tiang,” jelas Sugiyanto pada Senin, 12 Januari 2026. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami secara lebih komprehensif mengenai penggunaan anggaran tersebut.