EventBogor.com – Cibinong, Kabupaten Bogor. Di tengah hiruk pikuk modernisasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengukir peradaban berbasis digital dan literasi. Hal ini terungkap dalam kegiatan Arsipelago tahun 2025 yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Bogor. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dengan tegas menekankan betapa krusialnya pengelolaan arsip digital dan peningkatan budaya literasi sebagai pondasi kinerja utama pemerintah daerah. Langkah ini bukan hanya sekadar administrasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah.
Mengapa ini penting? Di era digital, arsip digital menjadi ‘ruh’ dari setiap kebijakan dan keputusan. Sementara itu, budaya literasi menjadi kunci untuk mencetak generasi yang cerdas dan berdaya saing. Dua hal ini, jika disinergikan dengan baik, akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Bogor.
Arsip Digital: Jembatan Menuju Transparansi dan Efisiensi
Sekda Ajat menggarisbawahi bahwa arsip bukan hanya tumpukan dokumen usang, melainkan saksi bisu dari perjalanan pembangunan. Arsip yang terkelola dengan baik adalah ‘jejak digital’ yang bisa menyelamatkan di saat genting. Dalam konteks ini, digitalisasi arsip menjadi sangat penting. Pemkab Bogor berkomitmen untuk memperbaiki sistem digitalisasi arsip, termasuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Srikandi. Aplikasi ini diharapkan mampu berfungsi secara optimal, memudahkan pengelolaan arsip, dan meningkatkan efisiensi kerja.
Langkah konkret yang diambil adalah dengan meluncurkan Sistem Sipadu Istimewa, sebuah sistem pengelolaan arsip terpadu yang dikembangkan dari sistem sebelumnya. Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Iwan Irawan, menjelaskan bahwa Sipadu Istimewa bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan arsip yang efektif, seragam, terintegrasi, dan berstandar nasional di seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bogor. Terutama dalam hal pengelolaan arsip inaktif dan penyimpanan arsip vital. Ini adalah terobosan yang sangat penting, mengingat arsip yang baik akan memudahkan koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan transparansi pemerintah.
Membangun Budaya Baca: Dari Taman ke Hati Masyarakat
Selain fokus pada arsip digital, Pemkab Bogor juga memiliki perhatian serius terhadap indeks literasi daerah. Sekda Ajat menyoroti pentingnya meningkatkan budaya membaca di kalangan masyarakat. Hal ini tidak hanya sebatas membuka akses baca, tetapi juga mendekatkan buku ke lingkungan sehari-hari masyarakat.
Salah satu inisiatif yang menarik adalah rencana penempatan fasilitas perpustakaan mini di taman-taman Kabupaten Bogor. Ide ini terinspirasi dari negara-negara maju yang telah lebih dulu menerapkan konsep serupa. Dengan menyediakan perpustakaan di ruang publik, diharapkan masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, akan lebih tertarik untuk membaca. Gerakan ‘Selasa Membaca’ yang sudah berjalan akan semakin diperkuat dengan adanya fasilitas ini. Harapannya, masyarakat akan terbiasa membaca tidak hanya pesan di media sosial, tetapi juga buku-buku bermutu yang bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan.
Pemkab Bogor menargetkan agar setiap taman di Kabupaten Bogor memiliki tempat baca pada tahun 2026. Ini adalah langkah berani yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun generasi yang cerdas dan literat. Konsepnya sederhana namun efektif: mendekatkan buku ke masyarakat, bukan sebaliknya. Dengan demikian, diharapkan budaya membaca akan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Bogor.
Penghargaan: Apresiasi Bagi Mereka yang Berdedikasi
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja di bidang kearsipan dan perpustakaan, Pemkab Bogor memberikan penghargaan kepada berbagai pihak. Penghargaan ini diberikan dalam beberapa kategori, antara lain Pengelola Arsip Terbaik (untuk perangkat daerah, badan, RSUD, dan kecamatan), Pengguna Aplikasi Srikandi Terbaik, perpustakaan terbaik, dan Pembudaya Gemar Membaca Kabupaten Bogor. Selain itu, ada pula lomba menulis cerpen, lomba menyanyi, dan lomba mewarnai untuk anak-anak usia 7-8 tahun. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dan budaya literasi.
Secara keseluruhan, kegiatan Arsipelago tahun 2025 ini adalah bukti nyata komitmen Pemkab Bogor dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing. Dengan fokus pada arsip digital dan budaya literasi, Kabupaten Bogor bergerak maju menuju masa depan yang lebih baik. Ini adalah langkah konkret yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi daerah lain.