Home News Bogor Ngebut! Transformasi Digital Merajai Pelayanan Publik, Warga Makin Dimanjakan?
News

Bogor Ngebut! Transformasi Digital Merajai Pelayanan Publik, Warga Makin Dimanjakan?

Share
Share

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk kota hujan, Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan keseriusannya dalam menyongsong era digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), langkah strategis tengah diupayakan untuk mempercepat transformasi digital di berbagai lini pelayanan publik. Inisiatif ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup warga Bogor melalui pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.

Langkah konkret yang diambil adalah integrasi layanan berbasis Sistem Pemerintahan Layanan Publik (SPLP). Acara yang berlangsung di M-One Sukaraja ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyatukan visi, misi, dan program lintas perangkat daerah. Tapi, mengapa hal ini begitu krusial? Apa dampaknya bagi masyarakat Bogor? Mari kita bedah lebih dalam.

SPLP: Jembatan Menuju Pelayanan Publik yang Terpadu

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, dengan tegas menjelaskan bahwa integrasi SPLP adalah kunci untuk menyelaraskan berbagai program dan kegiatan dari berbagai instansi pemerintah di Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang memastikan bahwa setiap program yang dijalankan saling mendukung dan tidak tumpang tindih. Bayangkan, jika setiap dinas memiliki data dan perencanaan yang berbeda, bagaimana pembangunan bisa berjalan efektif? SPLP hadir sebagai solusi untuk menyatukan pandangan, dimulai dari data yang akurat.

BACA JUGA :  Jangan Sampai Telat! Jadwal SIM Keliling Jakarta 12 Januari 2026

“SPLP ini menjadi momentum untuk menyatukan persepsi bahwa perencanaan yang baik harus dimulai dari data yang baik. Kalau datanya tidak akurat, maka hasilnya juga tidak akan maksimal,” tegas Bambang. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa krusialnya data yang akurat dalam pengambilan keputusan. Dengan data yang valid, perencanaan pembangunan bisa lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Transformasi digital, menurut Bambang, adalah upaya kolaboratif. Ini bukan hanya tugas Diskominfo, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah daerah, bahkan melibatkan pemerintah pusat. Isu-isu krusial seperti perumahan, pertanahan, infrastruktur, dan penyediaan air bersih saling berkaitan erat. Oleh karena itu, integrasi data dan perencanaan yang matang menjadi sangat penting untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

Proyek Percontohan: Model Kawasan Perumahan Berkelanjutan

Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah pemilihan satu lokasi sebagai proyek percontohan. Di lokasi ini, layanan dari berbagai sektor akan diintegrasikan, mulai dari aspek pertanahan, bangunan, sanitasi, utilitas, hingga pengelolaan air bersih. Tujuannya adalah untuk menciptakan model ideal kawasan perumahan yang berkelanjutan. Ini bukan hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga memastikan bahwa lingkungan sekitar tertata dengan baik, fasilitas memadai, dan kualitas hidup warga meningkat.

“Kami akan mengambil sampel satu lokasi sebagai proyek percontohan integrasi layanan lintas sektor. Dengan begitu kita bisa melihat model ideal kawasan perumahan yang berkelanjutan,” jelas Bambang.

BACA JUGA :  Atap Sekolah Ambruk Diterjang Badai! Bupati Bogor Turun Tangan, Siswa Trauma Healing

Inisiatif ini sangat penting mengingat tantangan besar Kabupaten Bogor saat ini adalah memastikan tata ruang dan pengembangan kawasan perumahan selaras dengan data spasial dan potensi wilayah. Dengan adanya proyek percontohan, diharapkan dapat menjadi contoh yang baik dan menginspirasi pengembangan kawasan perumahan lainnya di masa mendatang.

Membangun Sistem Informasi Berbasis Data Terbuka

Selain integrasi layanan, Diskominfo juga berkomitmen untuk memperkuat sistem informasi berbasis data terbuka. Dengan demikian, seluruh perangkat daerah dapat mengakses dan memanfaatkan data yang sama untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang baik.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang cara berpikir kolaboratif dan transparan,” pungkas Bambang.

Pernyataan ini mencerminkan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang mengganti sistem manual dengan teknologi modern, tetapi juga tentang perubahan pola pikir dan budaya kerja. Dengan SPLP, diharapkan pelayanan publik di Kabupaten Bogor akan berjalan lebih cepat, efisien, dan terintegrasi, memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Kabupaten Bogor, Dadang Imansyah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang merupakan bagian penting dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya.

Share

Explore more

News

Bogor & Jabar Bersatu! Bupati Rudy Dukung Hukuman Unik Demi Keadilan & Masyarakat

EventBogor.com – Kabar baik datang dari Jawa Barat! Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menunjukkan dukungan penuh terhadap langkah revolusioner dalam sistem peradilan. Dalam sebuah...

Related Articles
News

Bogor Jadi ‘Model’ Perumahan Nasional: Menteri PKP Tantang Capaian Tertinggi, Ada Apa?

EventBogor.com – Cibinong, Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan penting dalam peta pembangunan...

News

Atap Sekolah Ambruk Diterjang Badai! Bupati Bogor Turun Tangan, Siswa Trauma Healing

EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Sebuah insiden...

News

Bogor & Jabar Bersatu! Bupati Rudy Dukung Hukuman Unik Demi Keadilan & Masyarakat

EventBogor.com – Kabar baik datang dari Jawa Barat! Bupati Bogor, Rudy Susmanto,...

News

Bogor Siaga! 3.000 Personel Gabungan Siap Hadapi Bencana: Apa Saja Persiapannya?

EventBogor.com – Kabupaten Bogor bersiap siaga menghadapi potensi bencana alam yang mengintai...