EventBogor.com – Cibinong, Kabupaten Bogor – Suasana haru sekaligus semangat membara menyelimuti Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada sebuah hari yang bersejarah. Wakil Bupati Bogor, H. Iwan Setiawan, yang akrab disapa Jaro Ade, berdiri di hadapan para pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Bogor yang baru saja dilantik. Sebuah amanat besar diemban, sebuah harapan tinggi dipikul, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia adalah momentum penting untuk mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eksistensi dan peran strategis pondok pesantren di tengah masyarakat. Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, tokoh-tokoh penting dari FPP, para pimpinan pondok pesantren, alim ulama, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, menjadi saksi bisu betapa krusialnya peran pesantren dalam pembangunan daerah.
Pesan Menyentuh Jaro Ade: Membangun Bogor dengan Nilai-nilai Keagamaan
Dalam sambutannya yang penuh makna, Jaro Ade menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus FPP yang baru. Beliau berharap, kepengurusan baru ini mampu menjadi lokomotif penggerak keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Tentu saja, hal ini selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor, yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.
“Semoga pengurus yang baru dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Teruslah mensyiarkan nilai-nilai keagamaan yang luhur, sesuai dengan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ujar Jaro Ade dengan penuh semangat. Kata-kata ini bukan hanya sekadar kalimat pembuka, melainkan sebuah ajakan untuk berkolaborasi, bahu-membahu membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai agama.
Mengapa pesan ini begitu penting? Karena pondok pesantren memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan moralitas masyarakat. Lembaga pendidikan berbasis agama ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kepedulian sosial. Dengan begitu, pesantren menjadi benteng pertahanan moral di tengah arus modernisasi yang kerap kali membawa dampak negatif.
Payung Hukum untuk Kemajuan Pesantren: Perda Nomor 8 Tahun 2023
Sebagai wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pesantren, Jaro Ade juga mengumumkan keberadaan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2023 tentang fasilitasi penyelenggaraan pesantren. Perda ini menjadi payung hukum yang mengatur berbagai aspek terkait pesantren, mulai dari fasilitasi, komunikasi, data informasi, partisipasi masyarakat, dunia usaha, pembinaan, hingga pendanaan.
“Melalui perda ini, Pemkab Bogor dapat lebih aktif mendorong, untuk terus mendukung pembangunan pesantren secara sistematis,” jelas Jaro Ade. Ini berarti, pemerintah daerah tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga menyediakan landasan hukum dan fasilitas yang memadai bagi pesantren untuk berkembang.
Langkah ini sangatlah krusial. Dengan adanya Perda, pesantren memiliki kepastian hukum dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Pemerintah daerah juga memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan, sehingga pesantren dapat terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Apresiasi untuk Para Kyai dan Santri: Mengukir Sejarah, Membangun Peradaban
Di akhir sambutannya, Jaro Ade menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para kyai, alim ulama, segenap pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan para santri. Beliau mengakui bahwa merekalah pahlawan yang sesungguhnya, yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan dan menciptakan kesalehan sosial masyarakat Kabupaten Bogor.
Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Ini adalah pengakuan atas peran penting pesantren dalam membangun peradaban. Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat peradaban yang melahirkan generasi-generasi berakhlak mulia, berilmu pengetahuan, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Pelantikan pengurus FPP Kabupaten Bogor ini menjadi titik awal yang baru. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pesantren di Kabupaten Bogor semakin maju dan berkembang, serta mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi-misi pemerintah daerah, yaitu menjadikan Kabupaten Bogor yang lebih berkeadilan, sejahtera, dan berakhlak mulia.