EventBogor.com – Kabar duka kembali menyelimuti Cigudeg. Seorang pengendara motor tewas mengenaskan setelah menabrak truk tambang yang mogok di jalan gelap. Ironisnya, tak ada rambu peringatan, menambah daftar panjang korban akibat aktivitas truk tambang yang seolah tak terkendali. Lantas, sampai kapan nyawa harus menjadi tumbal kebijakan yang lemah?
Bayangkan Anda melaju di jalan yang seharusnya aman, menuju rumah setelah seharian bekerja keras. Tiba-tiba, gelap menyergap, dan kecelakaan tak terhindarkan. Itulah yang dialami pengendara motor malang di Cigudeg. Kematiannya bukan hanya tragedi personal, tapi juga cermin buruknya penanganan pemerintah terhadap lalu lintas truk tambang yang membahayakan.
Jalur Maut: Realita Suram di Cigudeg
Jalan Raya Cigudeg, yang seharusnya menjadi nadi kehidupan masyarakat, kini justru lebih pantas disebut “jalur maut”. Kondisi jalan yang buruk, ditambah minimnya penerangan, serta aktivitas truk tambang yang tak terkendali, menjadi kombinasi maut yang merenggut nyawa. Kasus terbaru ini hanyalah puncak gunung es dari masalah yang sudah lama mengakar.
Aktivis sosial asal Cigudeg, Nurdin Ruhendi, menyuarakan kegeramannya. “Sudah berkali-kali kami suarakan, jalur Cigudeg tidak layak dilintasi truk tambang,” tegasnya. Pernyataan ini bukan hanya keluhan, tapi juga ungkapan keputusasaan atas lambannya respons pemerintah daerah.