EventBogor.com – Suasana Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, mulai terasa. Bukan hanya gegap gempita aktivitas harian, namun juga kesibukan persiapan menyambut lonjakan pemudik yang diprediksi akan mencapai 50% menjelang Lebaran 2026. Tanggal 16-17 Maret 2026 menjadi titik krusial, di mana arus balik ke kampung halaman diperkirakan memuncak. Apakah Anda sudah siap dengan rencana mudik Anda?
Kesiapan Terminal: Lebih Banyak Bus, Lebih Banyak Pilihan
Bayangkan Anda sedang berdiri di tengah keramaian terminal, dikelilingi suara bising, dan hiruk pikuk para pemudik yang bersemangat. Nah, inilah gambaran yang akan terjadi di Terminal Pulo Gebang. Komandan Regu (Danru) Terminal, Badman Harahap, menyampaikan bahwa pihaknya telah bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan meminta Perusahaan Otobus (PO) menambah armada bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Tujuannya jelas: memastikan semua pemudik bisa pulang kampung dengan nyaman dan tanpa khawatir kehabisan tiket.
Mengapa ini penting? Tentu saja, karena mudik adalah momen sakral bagi masyarakat Indonesia. Ia bukan sekadar perjalanan, tapi juga perwujudan ikatan keluarga dan tradisi yang tak ternilai harganya. Ketersediaan transportasi yang memadai adalah kunci utama kelancaran mudik. Dengan adanya penambahan armada, diharapkan antrean panjang dan potensi penumpukan penumpang dapat dihindari.
Jasa Marga: Prediksi Arus Kendaraan Meninggalkan Jabodetabek
Bukan hanya terminal yang bersiap, Jasa Marga juga tak mau ketinggalan. Mereka memprediksi sekitar 2,99 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Angka ini mencerminkan betapa besarnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Rute favorit pun sudah dipetakan: 28% kendaraan diperkirakan menuju Merak, 50% ke arah timur (seperti Cipularang), dan sisanya sekitar 20% menuju Bogor.