EventBogor.com – Malam sunyi di ruas Ace Tabrani, Nanggung, Kabupaten Bogor, berubah menjadi kengerian. Seorang pengendara motor terhempas ke aspal, menjadi korban terbaru dari jalan berlubang yang seolah menjadi ‘perangkap maut’ di wilayah tersebut. Insiden yang terjadi pada Senin malam (16/3/2026) ini kembali mengingatkan kita pada bahaya laten yang mengintai para pengguna jalan setiap harinya.
Jalan Berlubang, Ancaman Nyata
Bayangkan Anda melaju di kegelapan malam, hanya mengandalkan lampu motor untuk menerangi jalan. Tiba-tiba, brak! Ban Anda menghantam lubang menganga, tubuh terhempas. Itulah gambaran singkat dari apa yang dialami pengendara motor di Ace Tabrani. Kecelakaan ini bukan yang pertama, dan kemungkinan besar, bukan yang terakhir. Warga setempat, Azki, mengamini hal ini. Kondisi jalan yang rusak parah, diperparah minimnya penerangan, menjadi kombinasi maut yang mengancam nyawa.
Sebelumnya, ruas Cibeber–Malasari juga bernasib serupa. Sebuah mobil losbak bahkan sempat ‘terdampar’ di semak belukar akibat jalan yang tak layak. Dalam hitungan kurang dari setahun, belasan kecelakaan tercatat di kawasan tersebut. Ini bukan sekadar masalah ketidaknyamanan, melainkan isu krusial yang menyangkut keselamatan jiwa. Ketika infrastruktur jalan rusak, nyawa taruhannya.
Tambal Sulam Tak Cukup, Rekonstruksi Mendesak
Koordinator Forum Komunikasi Bumi Putra Bogor Barat, Suprihadi atau akrab disapa Supri Elel, menyuarakan keresahan warga. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan lagi sekadar tambal sulam yang sifatnya sementara. Warga bahkan telah berupaya melakukan perbaikan secara swadaya, sebuah gestur yang patut diapresiasi. Namun, upaya gotong royong ini ibarat menambal kebocoran pada kapal yang hampir karam. Solusi jangka panjang adalah rekonstruksi jalan, memastikan infrastruktur yang layak dan aman bagi pengguna.