EventBogor.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penyelamat bagi kelompok rentan di Kabupaten Bogor, kini justru menjadi sorotan. Keluhan mengenai kualitas makanan yang buruk, bahkan ditemukan ulat di dalamnya, membangkitkan kekhawatiran serius. Bagaimana bisa niat baik tercederai, dan apa yang harus dilakukan?
Ulat di Dalam Piring: Lebih dari Sekadar Insiden
Bayangkan Anda adalah seorang ibu menyusui, berharap mendapatkan asupan bergizi untuk diri sendiri dan buah hati. Namun, harapan itu sirna ketika Anda membuka kotak makanan dan menemukan… ulat. Pengalaman pahit ini dialami oleh salah satu penerima manfaat MBG di Nanggung, Bogor. Atek, mewakili keponakannya, menceritakan bagaimana makanan yang seharusnya menyehatkan, justru berpotensi membahayakan.
“Begitu dibuka, kami kaget karena ada ulat di dalam makanan. Langsung kami buang karena jelas berbahaya dan tidak mungkin dimakan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Kejadian ini bukan insiden tunggal. Atek mengungkapkan bahwa kualitas makanan dari dapur SPPG Parakanmuncang 2 kerap mengecewakan. Buah busuk, menu tak sesuai standar, hingga makanan yang tidak segar menjadi keluhan berulang. Hal ini tentu saja memicu pertanyaan besar: di mana letak kesalahan, dan bagaimana ini bisa terjadi?