4. Perlemakan hati (NAFLD)
Fruktosa (dari gula dan sirup jagung) diproses di hati. Kalau kebanyakan, hati bisa menyimpan lemak sampai terjadi fatty liver non-alkoholik.
5. Gangguan metabolik & peradangan kronis
Konsumsi gula berlebih bisa memicu stres oksidatif dan pembentukan advanced glycation end products (AGEs) yang merusak sel dan mempercepat penuaan jaringan.
6. Pengaruh ke otak & kebiasaan makan
Gula dapat memengaruhi sistem reward otak—ada yang jadi mudah “ketagihan” makanan manis dan cenderung makan berlebihan meski tidak lapar.
Seberapa banyak itu “aman”?
Beberapa patokan yang umum dipakai: WHO menyarankan agar gula tambahan kurang dari 10% dari total asupan energi harian (lebih bagus lagi kalau ≤ 5%). Organisasi lain seperti American Heart Association memberi angka praktis: sekitar 36 gram per hari untuk pria dan 25 gram per hari untuk wanita (sekitar beberapa sendok teh).
- bahaya konsumsi gula
- dampak gula bagi tubuh
- diabetes tipe 2
- fatty liver
- gaya hidup sehat
- gula berlebihan
- hidup sehat tanpa gula
- kebiasaan makan manis
- kesehatan anak muda
- kesehatan gigi
- kesehatan mental dan gula
- kontrol gula darah
- obesitas
- penyakit jantung
- peradangan kronis
- pola makan sehat
- risiko gula tambahan
- stres oksidatif
- tips kurangi gula
- WHO gula harian