Home News Menkeu Purbaya Siap Tarik Dana dari Kementerian yang Lambat Belanja
News

Menkeu Purbaya Siap Tarik Dana dari Kementerian yang Lambat Belanja

Share
Share

Eventbogor.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ngasih sinyal keras ke kementerian yang penyerapan anggarannya masih lelet. Kalau sampai Oktober 2025 gak ada perbaikan, anggaran yang nganggur bakal diambil balik dan dialihin ke program yang lebih produktif. Tujuannya jelas: duit negara harus kerja, bukan cuma jadi angka di laporan.

Kenapa Anggaran Harus Cepat Dipakai?

Purbaya bilang, lambatnya belanja negara bikin pertumbuhan ekonomi ketahan. Padahal, anggaran pemerintah bisa jadi mesin penggerak buat sektor riil. Jadi kalau kementerian malas gerak, dampaknya gak cuma ke proyek internal, tapi juga ke lapangan kerja, bantuan usaha, sampai pembangunan infrastruktur.

Bentuk Aksi yang Bakal Diambil

  • Evaluasi penyerapan anggaran tiap kementerian.
  • Pindahin dana ke program prioritas lain kalau dirasa gak bakal kepake.
  • Cabut sebagian anggaran buat mencegah dana numpuk sia-sia.

Siapa yang Bisa Kena Imbas?

Kementerian yang programnya banyak ketunda atau terhambat proses tender paling berisiko. Kalau gak ada strategi cepat, anggaran mereka bisa ditarik. Tapi di sisi lain, kementerian yang rajin belanja dan eksekusi program bakal lebih aman.

Dampak Positif & Negatif

Positif:

  • Duit negara langsung dipakai buat program yang nyata efeknya.
  • Kementerian jadi lebih disiplin ngatur belanja.
  • Saldo anggaran lebih berkurang, ekonomi lebih bergerak.
BACA JUGA :  MBG 2026: Program Makan Bergizi Gratis dengan Anggaran Fantastis Rp335 Triliun

Negatif:

  • Layanan publik bisa terganggu kalau dana ditarik tiba-tiba.
  • Kementerian dengan proyek jangka panjang bisa kesulitan.
  • Gesekan politik antar lembaga mungkin muncul.

Kenapa Anak Muda Perlu Aware?

Kebijakan kayak gini gak abstrak, bro. Dampaknya bisa langsung ke kehidupan sehari-hari: dari kualitas jalan, akses pendidikan, sampai peluang kerja. Kalau anggaran dipakai efektif, generasi muda lah yang paling duluan ngerasain hasilnya.

Jalan Tengah yang Bisa Ditempuh

  1. Pemerintah harus transparan soal alasan dan tujuan penarikan dana.
  2. Kementerian dikasih pendampingan biar penyerapan bisa lebih cepat.
  3. Program penting yang nyentuh masyarakat langsung jangan sampai dikorbanin.

Kesimpulan

Purbaya kasih warning: jangan biarin duit negara tidur. Kalau kementerian lambat belanja, siap-siap dana dialihin ke sektor yang lebih butuh. Buat anak muda, ini jadi pengingat kalau kebijakan fiskal itu real banget efeknya — bukan cuma angka di berita, tapi bisa nentuin masa depan kita juga.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

News

Jumling di Gunung Putri: Jaro Ade Serap Aspirasi Warga, Sentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat

EventBogor.com – Suasana khidmat Jumat lalu di Masjid Al Hidayah, Desa Cicadas, Gunung Putri, terasa berbeda. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, hadir dalam...

Related Articles
News

Bogor Go Digital: Irigasi Pintar Ubah Nasib Petani, Panen Lebih Cuan!

EventBogor.com – Kabar gembira datang dari Kabupaten Bogor! Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura...

News

SIM Keliling Jakarta: Cek Jadwal & Syarat Hari Ini (1 Maret 2026)!

EventBogor.com – Jangan sampai telat! Bagi Anda warga Jakarta yang SIM-nya hampir...

News

Bogor Waspada Beras Oplosan: Disdagin Gencarkan Pengawasan, Lindungi Konsumen!

EventBogor.com – Kabar baik datang dari Bumi Tegar Beriman. Dinas Perdagangan dan...

News

Ramadan di Blok M: Kupu-Kupu Malam dan Ritme Kota yang Tak Pernah Mati

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk bulan suci Ramadan, Jakarta tak pernah...