Bahkan sekarang thrift bukan cuma tentang “hemat”, tapi juga tentang statement: lo peduli lingkungan, lo punya style unik, dan lo nggak ikut arus fast fashion. Dengan support dari komunitas, media sosial, sampai brand yang mulai melirik secondhand market, thrifting jelas masih akan terus ada dan berkembang.
Kesimpulan
Jadi jawabannya jelas: thrifting masih jadi gaya hidup anak muda di 2025. Bentuknya makin beragam — ada curated thrift, ada upcycling, sampai tren thrift haul di TikTok. Tantangannya ada, tapi daya tariknya lebih kuat. Buat anak muda, thrifting bukan sekadar belanja, tapi juga cara untuk nunjukkin identitas, hemat uang, dan peduli sama bumi. Singkatnya, thrifting bukan lagi sekadar tren sementara, tapi lifestyle yang udah jadi bagian dari generasi sekarang.