EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir yang merendam puluhan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan pada Minggu, 18 Januari 2026. Hujan deras yang tak kunjung berhenti sejak Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi pemicu utama meluasnya genangan air di berbagai wilayah ibu kota. Kondisi ini memaksa warga untuk lebih waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan.
Data terbaru dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan jumlah wilayah yang terdampak banjir. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat 34 RT dan 19 ruas jalan terendam banjir. Angka ini meningkat tajam dibandingkan data pada pukul 07.00 WIB yang hanya mencatat 16 RT dan 10 ruas jalan tergenang. Ketinggian air pun bervariasi, mulai dari 20 cm hingga mencapai 70 cm di beberapa titik.
Peningkatan Luas Genangan dan Dampaknya
Peningkatan jumlah RT dan ruas jalan yang terendam banjir mengindikasikan bahwa hujan lebat yang mengguyur Jakarta telah memberikan dampak yang signifikan. Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan kerugian ekonomi. Genangan air dapat menghambat mobilitas warga, merusak infrastruktur, dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit akibat sanitasi yang buruk.
Perlu dicatat bahwa banjir yang terjadi di Jakarta seringkali menjadi masalah kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Curah hujan yang tinggi adalah faktor utama, namun kapasitas drainase yang kurang memadai, tata ruang yang buruk, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga turut berkontribusi terhadap masalah banjir.
Upaya Penanggulangan dan Antisipasi
Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi dampak banjir dan mempercepat proses pemulihan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan lebih lanjut. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain adalah memantau informasi cuaca secara berkala, menghindari daerah rawan banjir, mempersiapkan perlengkapan darurat, dan segera menghubungi nomor telepon 112 jika membutuhkan bantuan. Layanan 112 ini beroperasi 24 jam non-stop dan dapat diakses secara gratis.
Selain upaya penanggulangan jangka pendek, penanganan banjir di Jakarta juga memerlukan solusi jangka panjang. Hal ini meliputi peningkatan kapasitas drainase, perbaikan tata ruang, penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kesimpulan
Banjir yang melanda Jakarta pada Minggu, 18 Januari 2026, menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan upaya bersama dalam menghadapi bencana alam. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan, partisipasi aktif masyarakat juga sangat diperlukan untuk mengurangi dampak banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan Jakarta dapat mengatasi masalah banjir secara berkelanjutan dan menjadi kota yang lebih resilient terhadap bencana.