Home News Duka Mendalam di Caringin: Keluarga Pramugari Esther Berharap Keajaiban di Tengah Tragedi Pesawat
News

Duka Mendalam di Caringin: Keluarga Pramugari Esther Berharap Keajaiban di Tengah Tragedi Pesawat

Share
Share

Keinginan keluarga sangatlah sederhana: mereka menginginkan Esther kembali dalam keadaan hidup. “Kalau Keluarga pengen kali lah semua keluarga hidup, tapi gimana tuhan merencanakan,” ujar Arya dengan nada pasrah. Keluarga menyadari bahwa segala sesuatu berada di tangan Tuhan, dan mereka menerima apapun yang telah digariskan, meskipun hati mereka diliputi kesedihan.

Kronologi Hilangnya Pesawat dan Upaya Pencarian

Pesawat ATR 42-500 dengan rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA. Keberangkatan pesawat dari Bandara Yogyakarta pada pukul 09.08 WITA, dengan jadwal kedatangan di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 12.22 WITA. Hilangnya kontak ini memicu kekhawatiran besar dan memicu operasi pencarian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas.

Upaya pencarian yang intensif akhirnya membuahkan hasil. Puing-puing pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Minggu, 18 Januari 2026. Penemuan ini menjadi titik awal dari proses evakuasi yang dilakukan oleh tim Basarnas. Proses evakuasi menjadi krusial dalam upaya mengidentifikasi korban dan mengungkap penyebab dari tragedi ini.

Dampak dan Refleksi

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan penerbangan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, musibah ini juga mengingatkan kita akan kekuatan keluarga dan komunitas dalam menghadapi masa sulit. Dukungan moral dari kerabat, teman, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan untuk membantu keluarga Esther melewati masa duka ini.

BACA JUGA :  Pilkades e-Voting di Kabupaten Bogor
Share

Explore more

News

Gemuruh di Pakansari: Marching Competition Bogor 2025 Membangkitkan Semangat Pelajar

Sekda Ajat tak hanya berbicara tentang prestasi. Ia menyoroti pentingnya disiplin. Di dunia yang terus berubah, kemampuan menghadapi tekanan dan tantangan adalah kunci....

Related Articles
News

Tani Merdeka Cibungbulang Sambut Koperasi Merah Putih: Harapan Baru Ekonomi Desa

Kenapa Ini Penting Sekarang? Di tengah tantangan ekonomi global dan tingginya harga...

News

Harga Elpiji 12 Kg Naik, Tapi Kok Tetap Laris Manis? Ada Apa?

Kenapa Ini Terjadi? Mencari Akar Masalah Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa hal ini...

News

Dana PIP Siswa Raib: Dugaan Penggelapan Warnai SDN Cikreteg 2 Bogor

Uang Sekolah yang Hilang: Kisah Pilu Wali Murid Seorang wali murid yang...

News

Kasus Bantargebang: DKI Hormati Hukum, Tata Kelola Sampah Jadi Prioritas!

Tata Kelola Sampah: Antara Janji dan Realita Lalu, apa yang akan dilakukan...